Jumat, 17 Desember 2010

Seal (perangkap)


8. BATUAN PENUTUP (SEAL) & PERANGKAP HIDROKARBON (TRAP)

Kehadiran dari petroleum play akan sangat tergantung dari adanya kehadiran batuan tudung (caprock) regional atau batuan penutup (seal). Adanya batuan penutup ini tidak hanya menentukan efisiensi dari sistem mekanisme perangkap petroleum, tetapi juga akan mempengaruhi arah migrasi petroleum ketika keluar dari batuan induk. Kontinuitas dari batuan penutup secara regional akan menentukan apakah cekungan akan mempunya sistem migrasi yang vertikal atau lateral.

a. Syarat batuan penutup
Prinsip fisika dasar yang menentukan keefektifan batuan penutup sama dengan prinsip yang mengontrol migrasi sekunder dari petroleum. Suatu batuan penutup akan efektif jika tekanan kapiler lebih besar dari tekanan buoyancy ke atas yang terjadi akibat terkumpulnya kolom hidrokarbon di bawahnya. Tekanan kapiler dari batuan penutup secara dominan merupakan fungsi dari ukuran pori batuan yang secara lateral mungkin bervariasi.
Tekanan buoyancy ditentukan oleh kepadatan atau densitas hidrokarbon dan juga ketinggian kolom hidrokarbon. Suatu batuan penutup dengan ukuran pori yang sangat kecil diperlukan untuk mempertahankan kenaikan gaya tekanan buoyancy suatu kolom gas yang tinggi di bawahnya. Hilangnya gas melewati batuan penutup dapat terjadi melalui proses difusi.

b. Jenis batuan penutup
Survey di dunia menunjukkan bahwa litologi yang efektif untuk batuan penutup adalah batuan klastik yang berbutir halus dan evaporit. Ductility adalah satu syarat yang penting, terutama pada daerah yang terganggu oleh proses tektonik. Salt dan anhidrit adalah batuan yang paling ductile, diikuti oleh organic-rich shales. Batuan penutup tidak perlu terlalu tebal untuk efektif asalkan secara lateral mereka tetap ada dan menerus. Kedalaman batuan penutup tidak terlalu penting, dimana batuan penutup ini biasanya akan efektif pada bermacam-macam kedalaman. Faktor-faktor yang berpengaruh pada keefektifan batuan penutup adalah litologi, ductility, ketebalan, kontinyuitas secara lateral dan kedalaman.

c. Sesar sebagai seal leaks
Jika pada suatu seal terdapat adanya sesar, maka hal ini dapat dimungkinkan telah terjadi suatu seal leaks. Seal leaks terjadi jika fluida yang dapat mengalir keluar melalui ‘leak’ yang terdapat pada seal tersebut. Dikarenakan adanya rekahan dan zona lemah yang biasanya menyertai sesar, maka fluida akan dapat mengalir keluar melalui sesar tersebut.

d. Pengertian perangkap
Perangkap merupakan suatu kondisi geologi di bawah permukaan yang menjadi tempat akumulasi petroleum dan membatasi adanya migrasi petroleum ke arah permukaan bumi. Industri eksplorasi hidrokarbon sangat berkepentingan dalam menemukan tempat akumulasi petroleum ini.

e. Jenis perangkap
Tujuan utama dari klasifikasi perangkap adalah untuk melakukan satu perbandingan antara satu prospek, atau satu play dengan yang lain. Suatu tipe perangkap tertentu dalam suatu cekungan mungkin ditunjukkan oleh distribuasi ukuran lapangan dan rasio sukses pemboran yang berbeda. Klasifikasi perangkap lebih jauh lagi akan menunjukkan suatu estimasi yang berguna tentang prospek, volume dari petroleum play dan juga resiko (risk) nya. Terdapat berbagai macam perangkap, antara lain:
- Perangkap struktur
Perangkap struktur adalah perangkap yang diakibatkan oleh tektonik, diapirisme, proses gravitasi dan kompaksi. Peragkap jenis ini merupakan sumber utama cadangan petroleum yang telah ditemukan. Satu point yang penting dari perangkap ini adalah pergerakan terjadi pada isi cekungan (basin fill) pada suatu saat setelah terjadinya proses deposisi. Perkembangan dari kebanyakan perangkap struktur dapat diketahui dari mekanisme pembentukan cekungan, setting tektonik dan sejarah penimbunan dari isi cekungan (basin-fil).


- Perangkap stratigrafi
Perangkap stratigrafi adalah perangkap yang dihasilkan oleh perbedaan kelompok stratigrafis baik secara lateral ataupun vertikal. Geometri dari
perangkap jenis ini berasal dari morfologi pengendapan dari pengisian cekungan yang asli, atau dari perubahan diagenesa. Suatu perangkap stratigrafi yang paling banyak diketahui adalah akibat dari perubahan fasies atau ketidaselarasan (unconformity), dan dapat juga termasuk tertutupnya pori oleh biodegraded oil, gas hidrat atau permafrost.
Banyak dari cadangan hidrokarbon masa depan akan ditemukan pada perangkap stratigrafi ini, dan untuk menemukannya akan memerlukan suatu keterampilan geologi yang tinggi. Pendeteksian dari perangkap stratigrafi ini tergantung pada pemahaman yang baik tentang evolusi cekungan dan stratigrafi dari isi cekungan (basin fill). Perangkap diagenetis termasuk perangkap yang terbentuk oleh diagenesa mineral, pembentukan petroleum tar mat dan permafrost, dan pembentukan gas hidrat.
- Perangkap kombinasi
- Mono sealing surface trap
- Poly sealing surface trap
Mayoritas lapangan minyak raksasa sejauh ini ditemukan pada suatu perangkap antiklin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar